Penyebab Kanker
Serviks
Faktor-faktor resiko dibawah ini dapat meningkatkan peluang
seorang wanita terkena kanker servik:
Infeksi Virus Human
Papilloma (HPV)
Pada kanker servik, faktor risiko yang terpenting adalah
infeksi HPV (human papilloma virus). HPV adalah sekelompok lebih dari 100 virus
yang berhubungan yang dapat menginfeksi sel-sel pada permukaan kulit,
ditularkan melalui kontak kulit seperti
vaginal, anal, atau oral seks.
![]() |
| Penyebab Kanker Serviks - HPV |
Human papilloma virus (HPV) 16 & 18 adalah penyebab kanker serviks utama pada 70%
kasus kanker serviks di dunia. Infeksi Human papilloma virus hingga menjadi
kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu pada sekitar 10-20 tahun.
Akan tetapi pada proses penginfeksian pada penderita ini seringkali tidak
disadari, karena proses Human papilloma virus kemudian menjadi kanker sebagian besar
berlangsung tanpa gejala.
Human papilloma virus adalah virus yang menyerang kulit dan
membran mukosa manusia dan hewan. Lebih dari 100 jenis Human papilloma virus
telah diidentifikasikan. Beberapa jenis virus papiloma dapat menyebabkan kutil,
sementara lainnya dapat menyebabkan infeksi yang menyebabkan munculnya lesi.
Semua HPV ditransmisikan melalui hubungan kulit ke kulit. Melakukan hubungan
seks tidak aman terutama pada usia muda atau memiliki banyak pasangan seks,
memungkinkan terjadinya infeksi HPV. Tiga dari empat kasus baru infeksi virus
HPV menyerang wanita muda (usia 15-24 tahun). Infeksi Virus HPV dapat terjadi
dalam 2-3 tahun pertama mereka aktif secara seksual.
Pada usia remaja (12-20 tahun) organ reproduksi wanita
sedang aktif berkembang. Rangsangan penis/sperma dapat memicu perubahan sifat
sel menjadi tidak normal, apalagi bila terjadi luka saat berhubungan seksual
dan kemudian infeksi Virus HPV. Sel abnormal inilah yang berpotensi tinggi
menyebabkan kanker servik.
Saat ini sudah ada beberapa vaksin yang mencegah terjadinya
infeksi dari beberapa jenis HPV.
Faktor Resiko Lainnya
- Merokok: Wanita yang merokok berada dua kali lebih mungkin mendapat kanker servik dibandingkan mereka yang tidak. Produk sampingan (by-products) rokok seringkali ditemukan pada mukosa (lendir) mulut rahim dari para wanita perokok.
- Infeksi HIV: Memiliki HIV agaknya membuat sistem kekebalan tubuh seorang wanita kurang dapat memerangi baik infeksi HPV maupun kanker-kanker servik pada stadium awal.
- Infeksi Klamidia: Beberapa riset menemukan bahwa wanita yang memiliki sejarah atau infeksi bakteri klamidia saat ini berada dalam resiko kanker servik lebih tinggi.
- Diet: Diet rendah sayuran dan buah-buahan dapat dikaitkan dengan meningkatnya resiko kanker seviks. Juga, wanita yang obes/gemuk berada pada tingkat resiko kanker servik lebih tinggi.
- Pil KB: Penggunaan pil KB dalam jangka panjang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker servik. Riset menemukan bahwa resiko kanker servik meningkat sejalan dengan semakin lama wanita tersebut menggunakan pil kontrasepsi tersebut dan cenderung menurun pada saat pil di-stop. Anda harus membicarakan dengan dokter Anda tentang pro kontra penggunaan pil KB dalam kasus Anda.
- Memiliki Banyak Kehamilan: Wanita yang menjalani 3 atau lebih kehamilan utuh memiliki peningkatan resiko kanker servik.
- Hamil pertama di usia muda: Wanita yang hamil pertama pada usia dibawah 17 tahun hampir selalu 2x lebih mungkin terkena kanker servik di usia tuanya, daripada wanita yang menunda kehamilan hingga usia 25 tahun atau lebih tua
- DES (diethylstilbestrol): DES adalah obat hormon yang pernah digunakan antara tahun 1940-1971 untuk beberapa wanita yang berada dalam bahaya keguguran. Anak-anak wanita dari para wanita yang menggunakan obat ini, ketika mereka hamil berada dalam resiko terkena kanker servik sedikit lebih tinggi.
- Riwayat Keluarga: Kanker servik dapat berjalan dalam beberapa keluarga. Bila Ibu atau kakak perempuan Anda memiliki kanker servik, resiko Anda terkena kanker ini bisa 2 atau 3x lipat dari orang lain yang bukan.

No comments:
Post a Comment