Dec 29, 2011

Pencegahan Kanker Serviks


Pencegahan Kanker Serviks
Kebanyakan kanker serviks dapat dicegah. Ada 2 cara untuk mencegah penyakit ini. Cara pertama adalah menemukan dan mengobati pra-kanker sebelum menjadi kanker serviks, dan yang kedua adalah mencegah terjadinya pra-kanker serviks.

Tes Papsmear
Pap Smear yang abnormal belum tentu Kanker, tetapi yang normalpun bukan jaminan seumur hidup tidak akan timbul kanker.
Pap Smear adalah suatu pemeriksaan kesehatan wanita dengan mengambil sedikit lendir leher rahim melalui proses tertentu serta pemeriksaan dibawah mikroskop akan diperiksa perubahan sel-sel permukaan leher rahim.
Test Pap Smear: dinamakan sesuai dengan penemunya, Dr. George Papanicolaou (1883-1962) dari Yunani. Test ini digunakan menyingkapkan apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal dalam serviks (leher rahim).
Pencegahan Kanker Serviks - Tes Papsmear
Pada saat ini ada dua jenis pemeriksaan Pap Smear yang umum dilaksanakan, yaitu Pap Smear metoda lama dan Pap Smear metode Liquid Base Preparation yang memberikan hasil ketepatan tinggi karena yang terambil dapat diperiksa seluruhnya. Cara ini merupakan metode sederhana, aman, cepat, tidak nyeri, tidak memerlukan obat-obatan, hasilnya akurat dengan biaya terjangkau.
Tes Pap Smear ini perlu dilakukan untuk wanita yang pernah melakukan kontak seksual (berapapun umurnya) sampai dengan usia 65 tahun guna mendeteksi kemungkinan terjangkitnya Kanker Leher Rahim. Waktu yang tepat untuk melakukan tes Pap Smear adalah setiap saat di luar masa haid secara teratur.
Dengan melakukan tes Pap Smear kita dapat mendeteksi beberapa kelainan diantaranya adalah sebagai berikut :
- Infeksi kuman, jamur, parasit maupun virus
- Berbagai tingkatan perubahan sel pra kanker
- Sel Kanker Leher Rahim
Test Pap smear dapat dilakukan di RS, klinik dokter kandungan ataupun laboratorium terdekat. Prosedurnya cepat (hanya memerlukan waktu beberapa menit) dan tidak menimbulkan rasa sakit.
Test Pap smear dapat dilakukan bila Anda tidak dalam keadaan haid ataupun hamil. Untuk hasil terbaik, sebaiknya tidak berhubungan intim minimal 3 hari sebelum pemeriksaan.
Jenis-Jenis Test Pap Smear:

  • Test Pap smear konvensional
  • Thin prep Pap.
Biasanya dilakukan bila hasil test Pap smear konvensional kurang baik/kabur. Sample lendir diambil dengan alat khusus (cervix brush), bukan dengan spatula kayu dan hasilnya tidak disapukan ke object-glass, melainkan disemprot cairan khusus untuk memisahkan kontaminan, seperti darah dan lendir sehingga hasil pemeriksaan lebih akurat.
Thin prep plus test HPV DNA
Dilakukan bila hasil test Pap smear kurang baik. Sampel diperiksa apakah mengandung DNA virus HPV.

PEDOMAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS:
  • Para wanita harus mulai melakukan tes Pap smear sekitar 3 tahun setelah mereka mulai melakukan hubungan seks, tetapi tidak lebih tua dari usia 21 tahun.
  • Pengujian harus dilakukan setiap tahun jika tes Pap smear biasa digunakan, atau setiap 2 tahun sekali jika Pap smear berbasis cairan digunakan.
  • Dimulai pada usia 30 tahun, para wanita yang mempunyai hasil tes NORMAL sebanyak 3x berturut-turut mungkin dapat menjalani tes Pap smear setiap 2 sampai 3 tahun sekali. Pilihan lainnya untuk wanita di atas 30an adalah menjalani tes Pap smear setiap 3 tahun sekali plus tes HPV DNA.
  • Wanita yang memiliki faktor resiko tertentu (seperti infeksi HIV atau punya imunitas lemah) harus mendapatkan tes Pap smear setiap tahun.
  • Wanita usia 70 tahun atau lebih tua dengan hasil tes Pap NORMAL selama 3 tahun berturut-turut (dan tidak mempunyai hasil tes ABNORMAL dalam 10 tahun terakhir) dapat memilih untuk berhenti melakukan tes Pap smear ini. Tapi wanita yang telah menderita kanker serviks atau yang memiliki faktor risiko lain (seperti yang disebutkan di atas) harus terus melalukan tes ini selama mereka berada dalam kesehatan yang baik.
  •     Wanita yang pernah menjalani total histerektomi juga dapat memilih untuk berhenti melakukan tes Pap kecuali telah menjalani pembedahan untuk mengobati kanker serviks atau pra-kanker. Wanita yang pernah menjalani histerektomi sederhana (leher rahim tidak dihapus) harus tetap mengikuti pedoman di atas.
  • Beberapa wanita percaya bahwa mereka bisa berhenti melakukan tes Pap smear setelah mereka berhenti mempunyai anak. Ini tidak benar. Mereka harus terus mengikuti pedoman diatas.
Tes IVA
Pencegahan Kanker Serviks - Tes Metode IVA

Pemeriksaan IVA diperkenalkan Hinselman 1925. Organisasi Kesehatan Dunia WHO meneliti IVA di India, Muangthai, dan Zimbabwe. Ternyata efektivitasnya tidak lebih rendah daripada tes Pap.

Di Indonesia IVA sedang dikembangkan dengan melatih tenaga kesehatan, termasuk bidan. Banyaknya kasus kanker serviks di Indonesia semakin diperparah disebabkan lebih dari 70% kasus yang datang ke rumah sakit berada pada stadium lanjut.

Beberapa negara maju telah berhasil menekan jumlah kasus kanker serviks, baik jumlah maupun stadiumnya. Pencapaian tersebut terutama berkat adanya program skrining massal antara lain dengan Tes Pap. Namun di Indonesia kebijakan penerapan program skrining kanker serviks kiranya masih tersangkut dengan banyak kendala, antara lain luasnya wilayah dan juga kurangnya sumber daya manusia sebagai pelaku skrining, khususnya kurangnya tenaga ahli patologi anatomik/sistologi dan stafnya, teknisi sitologi/skriner.

Penyebab Kanker Serviks


Penyebab Kanker Serviks

Faktor-faktor resiko dibawah ini dapat meningkatkan peluang seorang wanita terkena kanker servik:
Infeksi Virus Human Papilloma (HPV)
Pada kanker servik, faktor risiko yang terpenting adalah infeksi HPV (human papilloma virus). HPV adalah sekelompok lebih dari 100 virus yang berhubungan yang dapat menginfeksi sel-sel pada permukaan kulit, ditularkan  melalui kontak kulit seperti vaginal, anal, atau oral seks.
Penyebab Kanker Serviks - HPV
Human papilloma virus (HPV) 16 & 18 adalah penyebab kanker serviks utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Infeksi Human papilloma virus hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu pada sekitar 10-20 tahun. Akan tetapi pada proses penginfeksian pada penderita ini seringkali tidak disadari, karena proses Human papilloma virus kemudian menjadi kanker sebagian besar berlangsung tanpa gejala.
Human papilloma virus adalah virus yang menyerang kulit dan membran mukosa manusia dan hewan. Lebih dari 100 jenis Human papilloma virus telah diidentifikasikan. Beberapa jenis virus papiloma dapat menyebabkan kutil, sementara lainnya dapat menyebabkan infeksi yang menyebabkan munculnya lesi. Semua HPV ditransmisikan melalui hubungan kulit ke kulit. Melakukan hubungan seks tidak aman terutama pada usia muda atau memiliki banyak pasangan seks, memungkinkan terjadinya infeksi HPV. Tiga dari empat kasus baru infeksi virus HPV menyerang wanita muda (usia 15-24 tahun). Infeksi Virus HPV dapat terjadi dalam 2-3 tahun pertama mereka aktif secara seksual.
Pada usia remaja (12-20 tahun) organ reproduksi wanita sedang aktif berkembang. Rangsangan penis/sperma dapat memicu perubahan sifat sel menjadi tidak normal, apalagi bila terjadi luka saat berhubungan seksual dan kemudian infeksi Virus HPV. Sel abnormal inilah yang berpotensi tinggi menyebabkan kanker servik.
Saat ini sudah ada beberapa vaksin yang mencegah terjadinya infeksi dari beberapa jenis HPV.

Faktor Resiko Lainnya
  • Merokok: Wanita yang merokok berada dua kali lebih mungkin mendapat kanker servik dibandingkan mereka yang tidak. Produk sampingan (by-products) rokok seringkali ditemukan pada mukosa (lendir) mulut rahim dari para wanita perokok.
  • Infeksi HIV: Memiliki HIV agaknya membuat sistem kekebalan tubuh seorang wanita kurang dapat memerangi baik infeksi HPV maupun kanker-kanker servik pada stadium awal.

Kanker Serviks


Kanker Serviks
Kanker serviks terjadi jika sel-sel abnormal tumbuh di luar kendali. Leher rahim adalah bagian bawah rahim yang terbuka ke dalam vagina. Kanker serviks seringkali dapat disembuhkan ketika itu awal ditemukan . Hal ini biasa ditemukan pada tahap dini yaitu dengan menggunakan tes Papsmear.
Kanker servik terbentuk sangat perlahan. Pertama, beberapa sel berubah dari normal menjadi sel-sel pra-kanker dan kemudian menjadi sel kanker. Ini dapat terjadi bertahun-tahun, tapi kadang-kadang terjadi lebih cepat. Perubahan ini sering disebut displasia. Mereka dapat ditemukan dengan tes Pap Smear dan dapat diobati untuk mencegah terjadinya kanker.
Untuk dapat memahami kanker servik, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu anatomi rahim wanita.

Anatomi Rahim wanita
Leher rahim (servik) adalah bagian bawah uterus (rahim). Rahim memiliki 2 bagian. Bagian atas, disebut tubuh rahim, adalah tempat di mana bayi tumbuh. Leher rahim, di bagian bawah, menghubungkan tubuh rahim ke vagina, atau disebut juga jalan lahir.
Kanker Serviks - Anatomi Wanita
Ada 2 jenis utama kanker servik. Sekitar 8-9 dari 10 jenis yang ada adalah karsinoma sel skuamosa. Di bawah mikroskop, kanker jenis ini terbentuk dari sel-sel seperti sel-sel skuamosa yang menutupi permukaan servik. Sebagian besar sisanya adalah adenokarsinoma. Kanker ini dimulai pada sel-sel kelenjar yang membuat lendir. Jarang terjadi, kanker servik memiliki kedua jenis fitur diatas dan disebut karsinoma campuran. Jenis lainnya (seperti melanoma, sarkoma, dan limfoma) yang paling sering terjadi di bagian lain dari tubuh. Jika Anda memiliki kanker servik, mintalah dokter Anda untuk menjelaskan jenis kanker apa yang Anda miliki.

Penyebaran Kanker Serviks
Di negara-negara berkembang kira-kira 20 juta orang telah terserang penyakit kanker. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat sebanyak 30 juta penderita kanker pada tahun 2020. Dalam hal ini kanker serviks termasuk varian kanker yang tertinggi menyebabkan kematian.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks, dan kira-kira sebanyak 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian.

Dec 28, 2011

Pengobatan Kanker


Pengobatan Kanker

Pengobatan Kanker dengan Kemoterapi
Prinsip kerja pengobatan ini adalah dengan meracuni atau membunuh sel - sel kanker, mengontrol pertumbuhan sel kanker, dan menghentikan pertumbuhannya agar tidak menyebar atau untuk mengurangi gejala-gejala yang disebabkan oleh kanker. Kemoterapi terkadang merupakan pilihan pertama untuk menangani kanker. Kemoterapi bersifat sistematik, berbeda dengan radiasi atau pembedahan yang bersifat setempat, karenanya kemoterapi dapat menjangkau sel-sel kanker yang mungkin sudah menjalar dan menyebar ke bagian tubuh yang lain.
Efek samping kemoterapi adalah terjadi penurunan jumlah sel-sel darah (akan kembali normal sekitar seminggu kemudian), infeksi (ditandai dengan panas , sakit tenggorokan, rasa panas saat kencing, menggigil dan luka yang memerah, bengkak, dan rasa hangat), anemia, pendarahan seperti mimisan, rambut rontok, kadang ada keluhan seperti kulit yang gatal dan kering, mual dan muntah, dehidrasi dan tekanan darah rendah, sembelit/konstipasi, diare, gangguan sistem syaraf.
Pengobatan Kanker dengan Kemoterapi

Pengobatan Kanker dengan pembedahan
Pembedahan merupakan bentuk pengobatan kanker yang paling tua. Beberapa kanker sering dapat disembuhkan hanya dengan pembedahan jika dilakukan pada stadium dini.
Pengobatan dengan Terapi Penyinaran (Radiasi)
Terapi radiasi biasanya dilakukan sebelum atau sesudah operasi untuk mengecilkan tumor. Radiasi dilakukan dalam usaha menghancurkan jaringan-jaringan yang sudah terkena kanker.
Efek samping penyinaran adalah mual dan muntah, penurunan jumlah sel darah putih, infeksi/peradangan, reaksi pada kulit seperti terbakar sinar matahari, rasa lelah, sakit pada mulut dan tenggorokan, diare dan dapat menyebabkan kebotakan.
Pengobatan Kanker secara herbal

Pengobatan Kanker dengan terapi kombinasi
Untuk beberapa kanker, pengobatan terbaik merupakan kombinasi dari pembedahan, penyinaran, dan kemoterapi. Pembedahan atau penyinaran mengobati kanker yang daerahnya terbatas, sedangkan kemoterapi bertujuan membunuh sel-sel kanker yang berada diluar jangkauan pembedahan maupun penyinaran. Terkadang penyinaran atau kemoterapi dilakukan sebelum pembedahan untuk memperkecil ukuran tumor atau setelah pembedahan untuk menghancurkan sisa-sisa sel kanker yang mungkin tersisa.

Pengobatan Kanker secara Herbal
Pengobatan Kanker secara herbal adalah suatu pengobatan menggunakan berbagai macam ekstrak dari tumbuh-tumbuhan (tanaman obat), contohnya,
Penggunaan Tahitian Noni Juice.  Ada beberapa pendekatan yang mendasari pengobatan dengan bahan baku tersebut, yaitu sebabagi berikut:
1. Konsep dari hasil penelitian bahwa kanker bersifat reversible (bisa normal kembali)
2. Konsep menghambat pertumbuhan kanker. Kanker tumbuh karena karsinogen dan lingkungan yang mendukung mutasi genetis pertumbuhan. Jika karsinogen dan lingkungan tersebut ditiadakan, pertumbuhan kanker akan terhambat.
3. Konsep penuaan sel kanker. Jika pertumbuhannya dihambat, maka sel kanker tersebut tidak mempunyai kesempatan untuk berkembang, kemudian tua dan mati.
4. Konsep memperkuat sel lain di sekitar kanker. Kanker berkembang dengan cara menyerang sel yang ada disekitarnya, sehingga dengan memperkuat sel sehat di sekitarnya akan terbentuk pertahanan sel yang dapat menahan sel kanker.

Pencegahan Kanker


Pencegahan Kanker

Cara pencegahan umum kanker adalah mengurangi
konsumsi bahan karsinogen, misalnya tidak merokok, menghindari makanan tinggi lemak, menambah makanan tinggi serat seperti sayuran dan buah, hidup akif fisik, mengupayakan berat badan yang ideal, dan hidup dengan pola sehat. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan penapisan atau screening terhadap kemungkinan terkena kanker. Tes penapisan kanker ini dimaksudkan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kanker sehingga dapat menurunkan jumlah kematian akibat kanker karena jika kanker ditemukan pada stadium sangat dini, dimana kanker belum menyebar lebih jauh, biasanya kanker tersebut dapat diobati dan memberikan hasil yang optimal.

Terapi Mental

Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam hal terapi mental untuk penderita kanker adalah :
  • Mengelola stress
  • Menyadari adanya stress
  • Berempati (mamahami beratnya beban mental yang dialami penderita untuk mendukung pemulihan kanker)
  • Optimis dalam menjalankan hidup
  • Buanglah dendam dan kebencian
  • Terapi doa (mendekatkan diri kapada Tuhan)
  • Dukungan moral pada pasien kanker
  • Tetap aktif dan bergembira
Pencegahan Kanker Melalui Terapi Noni
Mengkonsumsi Noni atau Tahitian Noni Juice dapat membantu mencegah penyakit kanker, cara terapi pencegahan kanker antara lain dengan meminum Tahitian Noni Juice  1 (satu) sloki setiap hari secara teratur, sehingga memperkuat sel-sel dan menangkal radikal bebas yang dapat memicu terbentuknya sel kanker.

Gejala Kanker


Gejala kanker secara umum yang timbul tergantung dari jenis atau organ tubuh yang terserang yaitu :
  • Pendarahan atau pengeluaran cairan yang tidak wajar, misalnya ludah, batuk atau muntah yang berdarah, mimisan yang terus menerus, cairan puting susu yang mengandung darah, cairan liang senggama yang berdarah (diantara menstruasi/menopause) darah dalam tinja, darah dalam air kemih.
  • Perubahan kebiasaan buang air besar
  • Nyeri dapat terjadi akibat tumor yang meluas menekan syaraf dan pembuluh darah disekitarnya, reaksi kekebalan dan peradangan terhadap kanker yang sedang tumbuh, dan nyeri juga disebabkan karena ketakutan atau kecemasan.
  • Gangguan pencernaan, misalnya sukar menelan yang terus menerus.
  • Tuli, atau adanya suara - suara dalam telinga yang menetap.
  • Luka yang tidak sembuh - sembuh
  • Perubahan tahi lalat atau kulit yang mencolok
  • Penurunan berat badan dengan cepat akibat kurang lemak dan protein (kaheksia)
  • Gejala Kanker
  • Benjolan pada payudara
Gejala Kanker secara khusus berdasarkan jenis kanker yang dialami :
  • Kanker mulut
Terdapat sariawan pada mulut, lidah dan gusi yang tidak kunjung sembuh.
  • Kanker Otak
Sakit kepala yang sangat pada pagi hari dan berkurang pada tengah hari, epilepsi, lemah, mati rasa pada lengan dan kaki, kesulitan berjalan,mengantuk, perubahan tidak normal pada penglihatan, perubahan pada kepribadian, perubahan pada ingatan, sulit bicara.

Penyebab Kanker


Penyebab kanker biasanya tidak dapat diketahui secara pasti karena penyebab kanker dapat merupakan gabungan dari sekumpulan faktor, genetik dan lingkungan. Namun ada beberapa faktor yang diduga meningkatkan resiko terjadinya kanker, sebagai berikut :

Faktor Lingkungan
-          Merokok sigaret meningkatkan resiko terjadinya kanker paru - paru, mulut, laring (pita suara), dan kandung kemih.
-          Sinar Ultraviolet dari matahari
-          Radiasi ionisasi (yang merupakan karsinogenik) digunakan dalam sinar rontgen dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan ledakan bom atom yang bisa menjangkau jarak yang sangat jauh. Contoh, orang yang selamat dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II, berisiko tinggi menderita kanker sel darah, seperti Leukemia.

Faktor keturunan
Faktor genetik menyebabkan beberapa keluarga memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker tertentu bila dibandingkan dengan keluarga lainnya. Jenis kanker yang cenderung diturunkan dalam keluarga adalah kanker payudara, kanker indung telur, kanker kulit dan kanker usus besar. Sebagai contoh, risiko wanita untuk menderita kanker meningkat 1,5 s/d 3 kali jika ibunya atau saudara perempuannya menderita kanker payudara.

Jenis Kanker

Sebenarnya ada lebih dari 100 jenis kanker yang berbeda dimana setiap kanker dibagi lagi ke dalam jenis sel yang mempengaruhinya. Namun kali ini kita akan mempelajari jenis-jenis kanker secara umum yang ada di dunia ini. Dan berikut ini adalah jenis kanker umum dimana banyak diderita oleh orang, termasuk di indonesia.
  • Kanker Serviks
  • Kanker Paru-Paru
  • Kanker Kandung Kemih
  • Kanker Payudara
  • Kanker Usus Besar dan Rektal
  • Melanoma
  • Kanker Pankreas
  • Kanker Prostat
  • Kanker Endometrial
  • Kanker Ginjal
  • Leukimia
  • Kanker Tiroid: kanker tiroid papiler, folikuler, meduler, dan kanker tiroid anaplastik.
Kanker merupakan salah satu penyakit yang berbahaya, terutama yang masuk golongan kanker ganas. Nah, dengan menyadari betapa bahaya kanker, kama diperlukan pengetahuan dan tindakan dini untuk mengetahui jenis dan tingkatan kanker.

Penyakit Kanker


Penyakit kanker atau neoplasma ganas adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:
  • ·         tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal)
  • ·         menyerang jaringan biologis di dekatnya.
  • ·         bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis.
Penyakit Kanker bukanlah suatu penyakit yang ringan. Langkah awal dalam pengobatan penyakit kanker adalah deteksi dengan benar bahwa gejala yang muncul pada tubuh pasien adalah benar-benar sel kanker ganas. Deteksi ini bisa dilakukan dengan pemeriksaan biopsy, sehingga langkah pengobatan bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Langkah berikutnya adalah terapi pengobatan dengan cara konvensional. Namun pada kenyataannya pengobatan dengan cara ini sering kali kanker belum bisa diatasi secara total. Disinilah peran tanaman obat/herbal.
Penyakit Kanker - Perkembangan Sel Kanker
Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.
Penyakit Kanker dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasi dan karakter keganasan, serta ada tidaknya metastasis. Diagnosis biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi, atau radiasi.
Kebanyakan penyakit kanker menyebabkan kematian. Penyakit Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal. Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok dapat menyebabkan banyak kanker daripada faktor lingkungan lainnya. Tumor (bahasa Latin; pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak normal, tetapi dapat berupa "ganas" (bersifat kanker) atau "jinak" (tidak bersifat kanker). Hanya tumor ganas yang mampu menyerang jaringan lainnya ataupun bermetastasis. Kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ lain.
Statistik dapat bervariasi besar di negara lainnya. Di Indonesia, kanker menjadi penyumbang kematian ketiga terbesar setelah penyakit jantung. Penyebab utama kanker di negara tersebut adalah pola hidup yang tidak sehat, seperti kurang olahraga, merokok, dan pola makan yang tak sehat. Pada tanaman, kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis jamur/ bakteri tertantu. Pola invasi kanker tanaman dan kaner pada manusia sangat berbeda.

Penyembuhan Penyakit Kanker
Bagi setiap orang memiliki penyakit kanker merupakan mimpi buruk, pengobatan biasa dilakukan melalui serangkaian metode pengobatan, baik secara medis atau pun secara alternatif. Pilihan pengobatan secara herbal dapat menjadi alternatif yang baik bagi terapi penyakit kanker, salah satunya terapi dengan meminum Jus Noni atau Tahitian Noni Juice. Adapun cara penggunaan tahitian noni juice sebagai terapi kanker secara umum :
  • Meminum min. 30 cc/hari dan rata-rata 105 cc/hari
  • atau meminum rata-rata 4 (empat) sloki per hari